HOME
ABOUT
INFORMASI PPDB
PROFILE
EMAIL
ALUMNI
GALLERY
MENU PEMBELAJARAN
CARRIER
EVENT
ARTICLE
DOWNLOAD

Informasi PPDB


DAFTAR UNIT :



IP Address : 54.221.76.68
Pengunjung : 445.345






Komentar Terbaru :




Newsflash :
SELAMAT DATANG PARA PESERTA OLIMPIADE SAINS TARAKANITA NASIONAL YG DISELENGGARAKAN DI SMA TARAKANITA 1 PULO RAYA, JAKARTA 8 - 10 NOVEMBER 2017             |             PROFICIAT KPD WILLIAM SETIAJI (SISWA SMP ST.CAROLUS SURABAYA) YG BERHASIL MEMPERTAHANKAN GELAR JUARA 1 OLIMPIADE FISIKA TINGKAT NASIONAL YG DISELENGGARAKAN OLEH UNIVERSITAS NEGERI MALANG             |             PROFICIAT KPD KEVIN NARENDRA DHIRESWARA (SISWA SMP STELLA DUCE 2) YG MEMPEROLEH JUARA 1 FLSSN CABANG GITAR SOLO TINGKAT NASIONAL             |             PUTRA-PUTRI PESERTA DIDIK JENJANG SMP : SELAMAT MENEMPUH UNBK 2017, SEMOGA SUKSES             |             PUTRA-PUTRI PESERTA DIDIK JENJANG SMA : SELAMAT MENEMPUH UNBK 2017, SEMOGA SUKSES             |             PROFICIAT KEPADA VENERINI RANUM CLASSY DEWI (SMA STELLA DUCE 2) & LIDWINA AYKE WINAHYU (SMA STELLA DUCE 1) YG MENDAPAT KESEMPATAN MENEMPUH PENDIDIKAN SELAMA 1 TAHUN DI HYOGO KEN HARIMA, JEPANG             |             PROFICIAT UTK KORPS PUTRI TARAKANITA YG MENJADI JUARA FAVORIT DAN JUARA III FRONT ENSEMBLE DLM GRAND PRIX MARCHING BAND (GPMB) 2016             |             SMA TARAKANITA GADING SERPONG TGR MERAIH JUARA 1 OLIMPIADE SOSIOLOGI TINGKAT NASIONAL YG DISELENGGARAKAN OLEH UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA             |             PROFICIAT UTK REYNARD ARDIAN SIMANJUNTAK (SMP STELLA DUCE 1,YK) YG MERAIH JUARA 1 TINGKAT NASIONAL DLM LOMBA INDONESIA ROBOTIK OLIMPIADE DI SURABAYA             |             PROFICIAT UTK SMP ST.CAROLUS SBY ATAS PRESTASI WILLIAM SETIADJI YG MERAIH 'JUARA II' & RAYMOND VALENTINO YG MERAIH 'JUARA I DAN BEST EXPERIMENT' DLM INDONESIA SCIENCE AND MATHEMATICS OLYMPIAD CHALLENGE 2016 TINGKAT NASIONAL

Artikel :



KESEHATAN GIGI ANAK-ANAK, PENTINGKAH?


Kamis; 19 October 2017 [ST. HERY KRISTANTO, SD ST. CAROLUS SURABAYA] - Artikel Umum

KESEHATAN GIGI ANAK-ANAK, PENTINGKAH?

“Gigi susu yang berlubang tidak usah ditambal kan tidak apa-apa, bukannya nanti gigi yang lama lepas dan diganti gigi baru?”

Kalimat tersebut sangat sering kita dengar dan mungkin kita sendiri memiliki pemahaman yang sama, bahwa tidak apa-apa jika gigi anak-anak ada yang gigis/ berlubang, toh nanti kan usia 6 tahun tumbuh gigi baru?

Sayangnya, pemahaman tersebut 100 persen salah.

Gigi sulung sama pentingnya dengan gigi permanen, bahkan bisa dikatakan lebih penting karena fungsi dan keberadaannya pada fase awal tumbuh kembang anak.

Fungsi mengunyah

Sudah tentu, fungsi utama gigi adalah untuk mengunyah. Bila sebagai orang dewasa kehilangan satu gigi saja rasanya sudah tidak nyaman untuk mengunyah, bagaimana dengan anak-anak yang sebagian besar giginya berlubang/ gigis tinggal sisa akar saja? Anak dengan banyak gigi yang gigis tidak akan dapat mengunyah makanan dengan baik dan dapat berakibat pada gangguan pencernaan (karena lambung harus bekerja keras untuk mencerna makanan yang masih kasar) dan turunnya nafsu makan anak. Bila kesulitan mengunyah ini “dikompensasi” dengan memberikan makanan yang halus/ lembut tidak berserat, hal ini akan menyebabkan tulang rahang kurang berkembang karena tidak ada gerakan mengunyah yang cukup kuat. Tulang rahang yang tidak berkembang dengan baik dapat menyebabkan gigi tumbuh berdesakan/ gingsul/ tumpang-tindih.

Fungsi bicara

Gigi depan berfungsi untuk estetik dan bicara. Bila sebagai orang dewasa kehilangan satu gigi depan saja dapat menyebabkan kepercayaan diri kita turun, bagaimana dengan anak-anak? Apalagi dalam kehidupan sosial anak-anak yang begitu polos dan beragam, ada kemungkinan anak akan diejek oleh temannya karena giginya ompong/ gigis dan ini dapat mempengaruhi psikologis anak. Selain masalah estetik dan kepercayaan diri, gigi depan berperan penting dalam fonetik. Pengucapan bunyi konsonan “S”, “F”, “V” sangat dipengaruhi oleh keberadaan gigi depan. Bila gigi depan hilang, pelafalan bunyi konsonan ini akan terganggu.

Fungsi tumbuh kembang

Gigi-geligi rahang atas dan rahang bawah berhubungan satu dengan yang lain membentuk suatu sistem oklusi yang mempengaruhi tumbuh kembang tulang wajah dan tengkorak. Bila oklusi kurang baik, tumbuh-kembang tulang wajah dan tengkorak dapat berlangsung tidak seimbang mengakibatkan asimetri wajah (satu sisi wajah lebih panjang) atau profil wajah yang kurang baik seperti tongos atau cakil. Gigi sulung yang tanggal sebelum waktunya/ gigis juga dapat menyebabkan lengkung rahang mengecil sehingga tidak ada tempat bagi gigi permanen yang akan tumbuh. Benih gigi permanen dapat tumbuh di luar lengkung (gingsul), posisinya berputar/ miring, atau malah tidak keluar sama sekali dan tinggal di dalam rahang menyebabkan kista.

Fungsi pernafasan

Lho, apa hubungannya gigi dengan pernafasan? Seperti yang telah dijelaskan di paragraf atas, kondisi gigi-geligi yang kurang baik dapat menyebabkan tulang rahang kurang berkembang. Kehilangan gigi depan dan belakang juga dapat menyebabkan rahang bawah berpindah posisi ke posisi yang lebih belakang sehingga volume rongga mulut juga berkurang. Posisi lidah secara otomatis juga mundur lebih belakang dan menutup sebagian dari jalan nafas. Karena jalan nafas ini harus terbuka dengan lebar, maka tanpa disadari anak akan melakukan “adaptasi” dengan cara membuka mulut (ngowoh) atau mengubah posisi kepala agak ke depan yang menyebabkan postur tampak bungkuk. Perubahan posisi lidah, mulut, dan kepala ini mendorong anak untuk mengubah kebiasaan bernafas yang benar melalui hidung menjadi bernafas melalui mulut (mouth breather). Kebiasaan mouth breather berefek pada semakin parahnya susunan gigi geligi yang tumpang tindih, meningkatnya resiko karies gigi, turunnya kadar oksigenasi otak saat tidur sehingga anak tampak lemas dan kurang tidur (sering ditandai dengan kantung mata dan bayang gelap di bawah mata, sama seperti orang dewasa).

 

Dengan sedemikian banyak fungsi dan peran gigi sulung, sudah selayaknya gigi sulung tidak lagi dianggap remeh keberadaanya. Marilah kita sebagai orang dewasa yang bertanggung jawab mengubah pandangan kita yang salah akan gigi sulung dan mengusahakan kondisi kesehatan gigi anak-anak kita sebaik mungkin sehingga proses tumbuh kembang anak dapat berjalan sebaik mungkin, tidak semata-mata hanya dengan pemberian makanan bergizi, tetapi juga dengan menanamkan kebiasaan yang baik dalam menjaga kesehatan gigi serta melakukan perawatan yang memadai jika ada penyakit gigi yang muncul.


 

Unit Kesehatan Gigi Sekolah

Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS) merupakan bagian integral dari Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) yang melaksanakan pelayanan kesehatan gigi dan mulut secara terencana pada para siswa terutama siswa Sekolah Tingkat Dasar. Pelayanan utama di UKGS mencakup kegiatan promotif dan preventif.

UKGS SD St. Carolus mengadakan kegiatan menyikat gigi bersama khususnya pada siswa kelas I dan II yang dilakukan dua kali dalam satu tahun. Kegiatan ini bertujuan menanamkan pengertian tentang pentingnya kesehatan gigi dan melatih anak untuk menyikat gigi dengan benar.

Selain menyikat gigi bersama, dokter gigi UKGS juga secara aktif mengadakan pemeriksaan gigi rutin yang dilakukan pada semua peserta didik setiap 6 bulan sekali. Screening gigi ini merupakan pelayanan dasar pertama yang bertujuan untuk mengidentifikasi masalah gigi dan mulut yang dimiliki oleh para siswa. Beberapa perawatan gigi sederhana seperti pencabutan dan penambalan sederhana dapat dilakukan di UKGS dengan persetujuan orang tua/ wali murid, sedangkan pada kasus yang lebih kompleks dokter gigi akan memberikan surat rujukan bagi orang tua agar mendapatkan perawatan yang memadai.

UKGS merupakan exposure pertama peserta didik terhadap pelayanan kesehatan gigi. Dengan mengadakan kegiatan bersama dan screening kesehatan gigi yang menyenangkan, diharapkan peserta didik memiliki kesan yang baik terhadap pelayanan kesehatan gigi dan berimbas pada timbulnya sikap positif untuk menjaga kesehatan gigi mereka masing-masing. Hal ini penting mengingat sebagian besar masyarakat masih menganggap kesehatan gigi sebagai hal yang sekunder dibandingkan dengan kesehatan tubuh secara umum.


 

Kapan Perlu Membawa Anak ke Dokter Gigi?

Banyak terjadi orang tua membawa anaknya ke dokter gigi saat gigi anak sudah berlubang parah dan anak mengeluh kesakitan. Ditambah lagi dengan image dokter gigi yang menyeramkan (karena sebelumnya sering diancam orang tua, bila rewel akan dibawa ke dokter supaya disuntik), bunyi-bunyi menyeramkan yang dihasilkan alat kedokteran gigi, prosedur perawatan yang lebih rumit (karena parahnya kerusakan gigi yang terjadi), membuat acara ke dokter gigi seperti mimpi buruk bagi anak Anda. Akibatnya, jam kunjungan ke dokter gigi menjadi penuh tangisan anak dan rayuan orang tua serta dokter yang merawat.

Bagaimana cara mengatasinya?

Bawalah anak Anda ke dokter gigi sedini mungkin.

Sebagai patokan, kunjungan pertama anak ke dokter gigi adalah sebelum si kecil berusia satu tahun, saat gigi sulung pertamanya telah tumbuh.

Selain mencegah terjadinya gigi berlubang, kunjungan dini ke dokter gigi dapat membantu orang tua untuk mendapatkan informasi berharga tentang tumbuh kembang gigi anak dan cara perawatannya. Hal ini sangat krusial mengingat gigi yang telah erupsi seketika beresiko berlubang bila cara perawatannya tidak tepat. Selain itu, kunjungan ke dokter gigi juga dapat membentuk oral care habit yang baik dan anak pun dapat mengenal dan menjadi terbiasa dengan dokter gigi yang merawatnya sehingga ia tidak lagi merasa cemas.

Apa yang harus dipersiapkan untuk kunjungan pertama?

Sebelum kunjungan, tanyakan ke dokter gigi gambaran tentang prosedur pemeriksaan yang akan dilakukan. Pertimbangkan juga sikap anak Anda, apakah termasuk yang kooperatif atau kurang kooperatif, termasuk cara-cara yang biasa dilakukan untuk me-manage anak bila ia mendadak rewel. Ceritakan kepada anak tentang prosedur pemeriksaan yang akan dilakukan oleh si dokter gigi (dengan bahasa yang menyenangkan tentunya) dan arahkan buah hati agar merasa antusias dengan kunjungan ini.

Apa yang biasanya dilakukan pada kunjungan pertama?

Pada umumnya, kunjungan pertama ini hanya sebagai masa orientasi anak terhadap suasana klinik, dokter gigi, dan perawat. Biasanya dibutuhkan kesabaran lebih dari orang tua maupun dokter yang merawat karena mungkin saja anak tiba-tiba merasa cemas dan takut memasuki lingkungan yang baru.

Kunjungan pertama ini dilakukan dengan singkat dan nyaman untuk anak karena saat ini merupakan saat yang penting untuk membangun trust si kecil terhadap dokter gigi. Trust anak ini menjadi sangat krusial bila nantinya ia memerlukan perawatan gigi lebih lanjut.

Waktu yang terbaik untuk melakukan kunjungan ini adalah saat anak dalam keadaan masih fresh (setelah sarapan). Jangan menjadwalkan kunjungan saat anak merasa capek dan lapar karena hal ini dapat membuat ia lebih cemas dan rewel. 

Pada waktu pemeriksaan, bila memungkinkan orang tua diharap menunggu di ruang tunggu sementara anak dibiarkan menjalani perawatan bersama dokter giginya. Hal ini perlu dilakukan agar komunikasi dan hubungan antara anak dan dokter gigi dapat terbangun dengan baik, tanpa intervensi orang tua. Biasanya untuk anak dengan usia di bawah 3 tahun, orang tua diperkenankan untuk memangku anak di dental unit selama pemeriksaan dilakukan.

Bila buah hati Anda termasuk yang kooperatif, pemeriksaan ini  biasanya hanya memakan waktu sekitar 15-30 menit dan meliputi  pemeriksaan ringan pada gigi, gusi, rahang, gigitan, dan jaringan mulut untuk mendeteksi masalah yang mungkin timbul. Bila diperlukan, dilakukan pembersihan gigi untuk menghilangkan plak dan karang gigi. Dokter gigi juga akan mengajarkan cara menyikat gigi yang baik dan benar.

Perlukah dilakukan kunjungan berikutnya?

Seperti orang dewasa, anak-anak juga harus dibiasakan untuk memeriksakan gigi secara rutin setiap 6 bulan sekali. Pada beberapa kasus, dokter gigi akan menyarankan untuk kunjungan setiap 3 bulan sekali bila usia anak masih sangat kecil untuk membantu membangun kenyamanan dan trust anak terhadap dokter gigi.







Komentar - komentar untuk artikel ini :
Belum ada komentar pada artikel ini..


Silahkan isi komentar pada form di bawah ini.
Nama :
Alamat Email :
Komentar :

Tuliskan Kode berikut :



Artikel Lainnya :